Ticker

6/recent/ticker-posts

Neuralink Mengubah Permainan dengan Implan Otak: Pasien Bermain Catur Hanya dengan Pikiran

Dunia teknologi semakin dekat dengan mewujudkan mimpi masa depan kita, di mana kontrol atas teknologi dapat dilakukan hanya dengan pikiran. Neuralink, sebuah startup yang didirikan oleh Elon Musk, telah mencapai tonggak sejarah dengan membagikan video yang menampilkan seorang pasien bermain catur menggunakan sinyal dari implan otak perusahaan.

Dalam video yang menggetarkan hati tersebut, Noland Arbaugh, seorang pria berusia 29 tahun, menceritakan pengalamannya sebagai manusia pertama yang menjalani prosedur implan otak dari Neuralink. Arbaugh, yang menjadi quadriplegic setelah kecelakaan tragis delapan tahun yang lalu, kini dapat memindahkan mouse dan bermain catur di komputer hanya dengan kekuatan pikirannya.

Implan otak yang dikembangkan oleh Neuralink bertujuan untuk membuka jalan bagi antarmuka otak-komputer (BCI) yang memungkinkan pasien dengan kelumpuhan berat untuk mengontrol teknologi eksternal menggunakan sinyal saraf saja. Produk pertama Neuralink, yang disebut Telepathy, menandai langkah revolusioner dalam memanfaatkan potensi otak manusia untuk mengatasi hambatan fisik.

Dalam video yang mengejutkan ini, Arbaugh memberikan kesaksian tentang proses operasi implan otak yang "super mudah" yang dialaminya. Dibebaskan dari rumah sakit hanya dalam waktu sehari setelah operasi, dia menceritakan bagaimana teknologi ini telah mengubah hidupnya meskipun masih ada tantangan yang perlu diatasi.

Namun, meskipun kemampuan Neuralink menjanjikan, masih ada tantangan besar yang harus diatasi. Para peneliti telah mengembangkan teknologi BCI selama bertahun-tahun, tetapi masih ada banyak tantangan praktis dalam menerapkan dan memahami sinyal otak dengan benar.

Neuralink telah memulai langkah penting dengan merekrut pasien untuk uji klinis manusia pertamanya setelah mendapat persetujuan dari FDA pada tahun sebelumnya. Meskipun begitu, detail tentang uji coba ini masih sangat minim, dan masih belum jelas berapa banyak pasien yang berpartisipasi atau tujuan spesifiknya.

Meskipun begitu, harapan akan teknologi ini tetap tinggi. Dr. Marco Baptista, kepala ilmuwan Yayasan Christopher & Dana Reeve, menyatakan bahwa teknologi BCI memiliki potensi besar untuk membantu pasien yang lumpuh. Namun, dia juga menekankan pentingnya keterbukaan dan pengujian ilmiah yang ketat untuk memastikan keberhasilan teknologi ini.

Dengan langkah-langkah inovatif seperti yang dilakukan oleh Neuralink, kita semakin mendekati era di mana pikiran manusia dapat menjadi kunci untuk membuka potensi teknologi yang tak terbatas. Hal ini tidak hanya menjanjikan bagi mereka yang terbatas oleh kelumpuhan fisik, tetapi juga membuka pintu bagi revolusi dalam cara kita berinteraksi dengan teknologi di masa depan.

Posting Komentar

0 Komentar