Ticker

6/recent/ticker-posts

Kisah Dibalik Soto, Perpaduan Dari Berbagai Budaya

 

    Source: nikmatcatering.id

Pernahkah kamu mencoba salah satu makanan khas Indonesia, yaitu Soto Ayam? Atau Coto Makassar? Soto Betawi? Ya, semuanya merupakan variasi dari Soto. Tidak hanya perpaduan dari kuah kaldu dan ayam, tetapi juga ada telur, sayuran, daging, tomat, dan lain-lain. 

        Tahukah kamu, menurut Dennys Lombard (Nusa Jawa: Silang Budaya), soto berasal dari makanan China, yaitu Caudo. Soun dan mie, bahan yang menjadi ikon utama soto, adalah budaya dari China. Selain itu, soto juga mengikuti tradisi dari India karena menggunakan bahan kunyit. Soto pertamakali populer di daerah Semarang. Terdapat beberapa penyebutan soto yang berbeda di tiap daerah, seperti Makassar yang menyebutnya Coto, dan daerah lainnya ada yang menyebut Sauto. Meskipun begitu, karena soto mendapat pengaruh dari berbagai budaya, sejarah makanan ini menjadi sulit untuk ditelusuri. Campuran tradisi yang berada pada soto membuat cita rasanya menjadi khas, sehingga ketika kita merasakan kuahnya saja, kita dapat mengetahui bahwa kuah tersebut merupakan kuah soto. Soto pun beragam jenisnya, seperti yang disebutkan di awal-awal, ada Soto Betawi, Soto Kudus, Soto Tegal, Coto Makassar. Hal ini disebabkan oleh persebaran dan penerimaan di tiap daerah yang berbeda responnya. Namun tidak menutup fakta bahwa hanya satu jenis soto yang rasanya enak. Bisa kamu bayangkan, setelah terkena kulturisasi, jenis-jenis soto yang disebutkan itu enak semua lho! Maksudnya kulturisasi adalah: di beberapa daerah, terdapat larangan untuk memotong sapi. Seperti di Kudus, contohnya. Hal itu adalah warisan dari budaya Hindu Jawa yang beranggapan bahwa sapi merupakan hewan suci, sehingga di daerah sana kamu akan sering menemukan soto kerbau, sate kerbau, dan lainnya yang tidak ada unsur daging sapi. Untuk bumbu, soto kental dengan cita rasa Jawa. Bahan-bahan yang digunakan adalah jeruk limau, kemiri, kunyit. 

        Terakhir, budaya yang juga kental dengan soto adalah budaya Tionghoa. Kamu bisa perhatikan dari serbuk koya yang dibuat dari santan kelapa yang dikeringkan, berfungsi sebagai penyedap rasa, dan irisan bawang putih yang digoreng kering. Nah, untuk percikan budaya Jawa nya, terlihat dari penyajian soto yang dicampur oleh nasi, sebagai simbol bahwa nasi merupakan makanan pokok. Sejatinya, makanan-makanan khas Indonesia merupakan perpaduan dari beragam budaya daerah maupun budaya dari luar negeri. Harus kita akui, mix & match yang terjadi pada makanan tersebut rasanya pas! Betapa kerennya para pendahulu kita dalam meracik resep yang khas, yang rasanya tidak lekang oleh waktu. Soto apa yang paling kamu suka?


Posting Komentar

0 Komentar