Ticker

6/recent/ticker-posts

Fashion Jadul Yang Masih Eksis Hingga Sekarang


 Source: Pinterest

  Tampil anggun dan menawan pada setiap momen merupakan keinginan setiap manusia. Kita tentu ingin terlihat mempesona dan rapih sehingga orang akan menilai bahwa kita perhatian dengan penampilan kita. Berpakaian yang rapih juga merupakan bentuk dari menghargai diri sendiri dan orang yang akan ditemui. Sejatinya, pakaian adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Munculnya berbagai jenis dan tren fashion sejak jaman dulu menjadi symbol dari majunya kreatifitas setiap generasi kedepan. Tujuan diadakannya fashion show atau pagelaran busana adalah untuk memberikan inspirasi mengenai beragam budaya yang bisa dituangkan kedalam pakaian. Fashion memiliki sebuah arti, yaitu kombinasi atau perpaduan dari gaya atau style dengan desain yang digemari oleh mayoritas masyarakat yang akan bisa memberi kenyamanan dan membuat lebih baik pada satu waktu tertentu. 

Di tahun 2017 hingga sekarang ini generasi kita lekat dengan tren hypebeast, dimana anak-anak muda menggunakan clothing line terkenal seperti Off White, Supreme, Stussy, A Bathing Ape, dan lainnya. Clothing line tersebut memiliki harga yang relative mahal, namun digemari oleh berbagai kalangan. Artis-artis pun juga ikut mengenakan kaos-kaos edgy lengkap dengan celana dan sepatu yang juga edgy. Namun, fashion tidak selalu digemari oleh seluruh kalangan masyarakat. Banyak yang berpendapat bahwa tren hypebeast ini kaku dan aneh, tidak seperti fashion era 80’ an yang berwarna dan gemas. Diluar itu semua, kita harus memahami bahwa fashion adalah soal selera, yang berarti tiap orang memiliki taste tersendiri yang tidak bisa diganggu orang lain. Tidak afdol rasanya mengangkat topik fashion jika kita tidak memperhatikan fashion jaman dulu yang masih eksis hingga detik ini. Fashion yang tidak termakan usia, yang selalu bisa menarik perhatian dari waktu ke waktu. Banyak diantara kita yang juga masih mengenakan model-model baju yang sudah eksis sejak lama. Yuk, kita bahas lebih lanjut dibawah ini!

Berwarna di Tahun 1980-an

Seperti yang sudah dibilang diatas tadi, tahun 1980-an identik dengan fashion yang berwarna dan gemas. Berwarna dalam arti orang-orang pada dekade tersebut tampil berani dalam memadukan berbagai warna untuk digunakan. Percampuran warna juga tidak bisa sembarangan, bisa-bisa malah zonk dan gagal. Tetapi, warna neon dan penabrakan warna cerah selalu berhasil memikat mata. Selain berwarna, sweater maupun atasan oversize dan kerah v-neck juga turut menghiasi dekade penuh warna tersebut. Bahkan sweater sering dipadukan dengan rok maupun celana mini, membuat si pemakai terlihat unyu dan santai. Jika kalian adalah fans jaket kulit, maka kalian adalah pengguna fashion jadul karena jaket kulit juga eksis di dekade ini. Jaket kulit menjadi salah satu pakaian yang tidak lekang oleh waktu. Berbicara mengenai rambut, banyak kalangan yang mengganti gaya rambutnya menjadi keriting.

Pernak Pernik di Tahun 1990-an

Fashion di dekade ini berfokus pada hiasan pada badan seperti headband, bandana, kupluk, topi, kalung berupa choker, kaos kaki selutut, dan jaket denim. Tahun 1990-an mengusung konsep funky dimana tubuh penuh dengan pernak pernik lucu. Jika kamu masih sering mengenakan celana model cutbray, overall, topi baseball, baju flannel, dan bucket hat, selamat! Berarti kamu adalah penganut tren fashion yang sudah eksis sejak 1990-an. Sementara itu, untuk model kerah, mandarin collar hadir di dekade ini. Fashion era 80-an juga tetap menghiasi funky era ini. Hanya saja banyak perpaduan yang semakin unik dan model-model yang dimodifikasi. 

Bisa kita bayangkan, bahwa seiring berkembangnya jaman, kreatifitas pun turut berkembang? Fashion seakan menjadi suatu tren yang tidak pernah mati dan selalu hadir untuk mengisi kehidupan. Memperkenalkan fashion bisa melalui media apa saja, termasuk yang paling besar dampaknya adalah acara TV dan film. Dari model-model yang disebutkan diatas, apa saja yang masih sering kamu gunakan dalam kehidupan sehari-hari dan bepergian?


Posting Komentar

0 Komentar