Ticker

6/recent/ticker-posts

DIGIGAME Gaungkan Misi “Engage” di Jawa Barat: Sosialisasi Ekosistem Game untuk Guru SMK dan Penggerak Ekraf

Jagadmedia – Digigame, organisasi nirlaba berbasis penta helix di bidang ekosistem game, resmi memperkuat langkah sosialisasi industri gim nasional di Jawa Barat melalui program utamanya, Engage. Mengusung slogan Engage, Educate, Elevate dengan simbol tangan membentuk huruf “E” (Ekraf), Digigame hadir sebagai wadah kolaboratif yang menyatukan akademisi, praktisi, komunitas, dan pelaku industri dalam satu ekosistem terpadu.

Digigame dipelopori oleh Indra Epenk, konseptor sekaligus ketua divisi event GEKRAFS Jawa Barat; Rickman Roedavan, dosen Telkom University dan penulis buku game development best seller Indonesia; serta Anyndyo Wishnu Wibowo, CEO studio game Digital Breeze Interactive. Sejak dibangun pada tahun 2023, Digigame telah menjalin berbagai kolaborasi strategis dengan asosiasi guru PPLG Jawa Barat, Chlorine Digital Academy, PT Pos Property, dan sejumlah instansi lainnya.

Kehadiran Digigame juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional. Melalui program Engage, Digigame menargetkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap ekosistem game, sekaligus meluruskan persepsi negatif tentang game yang selama ini berkembang.

“Game tidak melulu soal player dan developer,” ujar Indra Epenk dalam sesi wawancara. Ia menegaskan bahwa industri game memiliki rantai nilai yang luas dan saling terhubung. “Di dalamnya ada publisher, distributor, manufaktur, layanan pendukung, regulator, fakultas, komunitas, media, event, hingga player. Semua memiliki peran penting dalam membangun industri yang berkelanjutan.”

Digigame sendiri memetakan 10 pilar utama dalam ekosistem game: Developer, Publisher, Distributor, Manufacture, Services, Regulator, Faculty, Community, Media & Event, dan Player. Kesepuluh elemen ini menjadi fondasi dalam membangun kesadaran kolektif bahwa industri game bukan sekadar hiburan, melainkan sektor ekonomi kreatif dengan potensi besar.

Sementara itu, Anyndyo Wishnu Wibowo, atau yang akrab disapa Dyo, menegaskan besarnya potensi industri game secara global. “Industri game adalah industri raksasa. Bahkan jika industri film dan musik disatukan, nilai komersialnya tidak akan mengalahkan industri game,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa fakta tersebut menunjukkan bahwa game bukan lagi sekadar tren, melainkan sektor strategis dengan daya saing ekonomi yang sangat tinggi.

Rickman Roedavan menekankan pentingnya literasi ekosistem bagi pendidik dan generasi muda. “Memahami ekosistem game akan membuka wawasan terhadap pemetaan lapangan kerja di bidang industri game,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa pemahaman menyeluruh terhadap rantai industri akan membantu guru membimbing siswa untuk melihat peluang karier yang lebih luas—mulai dari game artist, game designer, programmer, analis bisnis, hingga bidang hukum dan regulasi gim.

Kegiatan sosialisasi terbaru Digigame dilaksanakan pada akhir Desember tahun lalu di Point Arena POS Indonesia, dan diikuti oleh lebih dari 30 peserta. Peserta terdiri dari guru-guru SMK se-Jawa Barat, asesor BNSP, penggiat komunitas, para founder digital academy, serta perwakilan ekonomi kreatif Jawa Barat.

Pada sesi tersebut, peserta mendapatkan pemaparan tentang struktur ekosistem game nasional, peluang kerja lintas sektor, serta strategi kolaborasi antara sekolah dan industri. Diskusi interaktif menjadi bagian penting dalam kegiatan, di mana para guru berbagi tantangan implementasi kurikulum berbasis industri dan peluang penguatan jejaring dengan pelaku industri.

Memasuki tahun 2026, Digigame memfokuskan program pada tahap Engage, yakni memperluas jangkauan sosialisasi ekosistem game kepada guru-guru SMK se-Jawa Barat. Tahap ini menjadi pondasi untuk program selanjutnya, Educate (peningkatan kapasitas dan skill penggiat game) serta Elevate (membawa talenta bergabung dengan industri sesuai target Perpres 19/2024).

Dengan pendekatan kolaboratif penta helix dan komitmen terhadap penguatan industri gim nasional, Digigame optimistis dapat menjadi katalisator lahirnya talenta-talenta baru dari Jawa Barat yang siap berkontribusi di tingkat nasional maupun global.

Tentang Digigame

Digigame adalah organisasi nirlaba berbasis penta helix di bidang ekosistem game yang berkomitmen membangun kolaborasi antara akademisi, industri, komunitas, regulator, dan media. Dengan slogan Engage, Educate, Elevate, Digigame berfokus pada penguatan literasi, peningkatan kompetensi, dan akselerasi talenta menuju industri gim nasional.


 

Posting Komentar

0 Komentar